Pages

Showing posts with label Delicious Stuffs. Show all posts
Showing posts with label Delicious Stuffs. Show all posts

Friday, 24 November 2017

Eat Italian at Eatalia [Bandung]


Malam pertama pertambahan umur bersama seorang pria..
Kalau biasanya tahun-tahun lalu yang suka dateng ke kos dan ngasih surprise adalah si sissy Icha, kali ini ada yang berbeda. Banget. Ada lelaki asing tak asing yang kini terikat denganku. Lelaki baru dalam hidupku yang kini tinggal seatap-sekamar. Lelaki yang doyan bantal tiba-tiba begadang buat jadi orang pertama yang berdoa untukku seiring bertambahnya usia. Lelaki yang bilang, "aku ga ngasih surprise ya, yang", lalu pulang kantor bawa sekotak kue dan ngajak dinner biar aku ga perlu masak buat makan malam. Ih, si mas suamik being sensitive today :)

Setelah browsing kesana-kemari cari promo ulang tahun (heaa anaknya udah jadi mahmud prinsip hemat), akhirnya ujung-ujungnya kami memilih kembali ke Eatalia Café yang sebenarnya jaraknya cukup jauh dari rumah. But that’s okay, jadilah malam ini kita dinner di Eatalia.

Saturday, 7 March 2015

Groovie Lunch at Sushi Groove


Sabtu pagi ini, kami sudah datang mencoba menyelinap masuk ke dalam salah satu mall yang berada di pusat kota Jakarta ini. Melipir ke pintu masuk karyawan, kami bergegas menuju ke lantai 8. Diawal weekend ini saya mengajak mba Nurul ikutan nonton bareng film Korea The Con Artist. Kebetulan saya dapet 2 tiket nonton premiere ;)

Karena pergi tanpa sarapan, akhirnya sebelum siang pun kami sudah kelaparan. Setelah keliling mall sambil berkontemplasi, mata kami jatuh ke salah satu resto sushi bernuansa hijau, Sushi Groove. Berbeda dari kebanyakan resto Jepang yang kuat banget nuansa Jepang-nya, resto ini tatanannya lebih ke arah fushion style resto, terkesan trendy dan casual dengan nuansa hijau dan cokelat. Di sisi kiri dipenuhi dengan meja kayu dan sofa, sedangkan di sisi kanan kursi tanpa sandaran berderet menemani meja kayu panjang di hadapannya. Begitu kita masuk, serta merta sang pelayan datang membawa menu book untuk kami.

Thursday, 15 January 2015

Pipiltin Cocoa: cocoa in every drop!


Ada yang ngidam parah nih pengen ke sini. Akhirnya sepulang piknik weekend lalu, alih-alih ke Pasar Santa bareng temen-temen lainnya, setelah selesai belanja akhirnya saya dan Lulu memutuskan untuk menikmati dessert di Pipiltin Cocoa. Siapapun penikmat dan pecinta cokelat, Pipiltin Cocoa jadi semacam salah satu tempat wajib kunjung, mengingat mereka mengolah sajian dengan konsep ”bean to bar chocolate” dari biji-biji cokelat yang berasal dari Pidie Jaya, Aceh dan Tabanan, Bali.

Dapur tembus pandang Pipiltin Cocoa

Berkonsep ala industrial factory, Pipiltin Cocoa yang berada di Jalan Barito ini terdiri dari 3 lantai. Sesuai dengan konsep bangunannya, di lantai dasar merupakan dapur pembuatan makanan yang bisa kita lihat langsung prosesnya karena dindingnya yang berasal dari float glass. Dari pintu masuk sini, kita akan langsung dibawa ke lantai 2 yang merupakan area dine in. Nuansa cokelat dan abu-abu ala industrial factory terlihat jelas di sini. Dinding semen, meja dan kursi kayu, sofa dengan tema yang sama di bagian pojok dan bakery display yang keseluruhannya ditata apik. Lantai 2 ini terbagi menjadi 2 bagian, non smoking area di sisi dalam dan smoking area di sisi luar yang dibatasi dengan dinding dan pintu float glass. 


Wednesday, 18 June 2014

Roti Tissu dan Teh Tarik a-la Martabak Gapa Medan


Ini kali pertama saya benar-benar menginjakkan kaki di Medan. Sebelumnya saya hanya numpang transit beberapa jam di airport. Perjalanan kali ini bukan khusus untuk liburan, tapi karena pekerjaan yang membawa saya ke sini. Bagaimanapun, perjalanan ini tentu aja saya manfaatkan sebaik-baiknya.

Kebetulan salah satu teman baik saya, teman serumah, seangkatan, sejurusan waktu kuliah adalah orang Medan dan masih tinggal di Medan. Akhirnya, malam hari pertama di Medan, saya dibawa keliling di daerah pusat Kota Medan. mulai dari daerah-daerah bangunan bersejarah seperti Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion, Masjid Raya Medan sampai ke beberapa tempat gaul anak Medan, salah satunya Merdeka Walk. Sayang banget, kecuali Merdeka Walk, kami cuma numpang lewat karena waktu yang sangat sempit. Hhehe.

Setelah berkeliling ke beberapa tempat, saya akhirnya dibawa ke salah satu tempat makan di kawasan Lapangan Merdeka, Martabak Gapa. Meskipun letaknya di pinggir jalan, gerai martabak ini hampir selalu ramai pengunjung, termasuk non-weekend seperti hari ini. Menjual menu khas Malaysia dan India, salah satu menu yang paling hits di sini adalah Roti Tissu (IDR 23k). 



Seperti namanya, roti yang berbahan dasar tepung, telur, susu dan mentega ini di panggang di atas wajan datar dan dibentangkan hingga ukurannya sangat lebar dan tipis seperti tissu. Begitu matang, secepat kilat bentangan roti tissu ini ditarik di bagian ujungnya hingga berbentuk kerucut dan di siram dengan susu kental manis cokelat dan taburan keju. Teknik pembuatannya yang unik dan ukurannya yang tinggi menjulang membuat siapapun jadi tertarik melihatnya. Apalagi buat foodism seperti saya, pengen cepet-cepet pesen, foto, makan, share! Hhehe. Berhubung minuman khas sini dan kebetulan juga salah satu kesukaan saya adalah Teh Tarik (IDR 10k), akhirnya saya pesan kopi hitam. Eh, Teh Tarik donk :p



Seperti yang terlihat, Roti Tissu-nya terasa renyah, manis dan sedikit asin karena taburan keju. Pada bagian-bagian tertentu, roti tissu ini ada yang terasa lebih tebal sehingga terasa kesan ‘roti’-nya. Dengan ukuran yang jumbo ini, saya memilih berbagi dengan teman saya. Tau-tau udah berasa kenyang, aja. Untuk Teh Tarik-nya sendiri, rasanya cukup unik dan agak pahit. Berbeda dengan Teh Tarik kebanyakan yang pernah saya coba. Karena pada dasarnya saya agak anti sama pahit, saya sih lebih suka Teh Tarik yang biasa saya minum aja deh. Hehehhe. Bukan berarti rasanya ga enak sih, ini masalah selera aja.


Location
Martabak Gapa
Jalan Perniagaan Ujung
(Depan Lapangan Merdeka)
Medan, Indonesia
Phone: 081375725151

Opening Hours 

Everyday 17:00 – 24:00 pm

Friday, 23 May 2014

Steak Kambing ala Kambing Bakar Cairo


Jarum jam dinding semakin mendekat ke arah angka 5 dan 12, sudah lewat hampir satu jam dari jam kantor. Sebagian teman-teman kantor sudah menempelkan jarinya di finger print dan bergegas pulang. Saya masih berdiam diri di depan meja sambil mengutak-atik laporan selang-seling dengan browsing.

Tiba-tiba suara teman kantor memanggil, “Cibull, sini deh.. Aku restuin kamu sama si anu”. “Hemh??”, balas saya sambil sadar ga sadar pasang muka shock-pahit setelah beranjak mendatangi mejanya dan ternyata digodain begitu.

“Hahaha… ngambing yuk! Yuuukk! Enak banget deh kambing bakar”, katanya.
“Hmm.. ayok aja. Kapan?”, tanya saya.
Dan yang lain pada sorak,”Tuh.. kaan, kalo ngajak Cibul soal makanan mah gampang banget”. Ah sial, berasa dijebak tes kerakusan. Kan jadi maluh.. *belagak malu malu kucing*
“Yaaiiiyy! Sekarang yuk, siap-siap yah, aku udah laper banget! Aaah akhirnya. Oke!”, katanya girang sambil peluk sana sini. Saya sendiri meskipun masih flustered akhirnya manut aja beberes tas.

Karena lokasinya yang ga jauh dari kantor dan sudah pesan taksi, dalam beberapa menit kami sampai di depan resto Kambing Bakar Cairo, dengan pasukan tambahan yang ga disengaja karena mood-nya tiba-tiba berubah.

Lokasi Kambing Bakar Cairo ini ga terlalu terlihat dari depan jalan raya, tapi untuk menuju ke sini sama sekali ga sulit. Cukup belok sedikit dari Jalan Raya Melawai, tepat di sebelah d’Solo. Seperti kebanyakan resto lainnya, resto ini menyediakan tempat makan di sisi luar ruangan (outdoor) dan di dalam ruangan (indoor) sebagai non smooking area. Awalnya kami memilih di luar karena terasa lebih sejuk dan santai, tapi karena hujan deras yang tiba-tiba mengguyur Jakarta hingga membuat suara kami tenggelam di dalamnya, akhinya kami memutuskan untuk pindah ke dalam ruangan. Lalalala suara kami muncul lagi. Bagian indoor didominasi dengan warna-wana kayu dengan tempat duduk yang terbuat dari rotan. Lampu-lampu gantung yang agak sendu membuat suasananya cukup cozy tanpa mengganggu pemandangan saat makan.

Sunday, 24 November 2013

Birthday Steak presented by Holycow! Steakhouse

this picture taken from here

Have a happy older, Sy! ':)


Well frankly, semakin bertambah umur, alih-alih seneng ketemu dengan hari Ulang Tahun (lagi), yang lebih dominan muncul justru perasaan ngeri. Hehe.. kayaknya saya ga sendirian yang ngerasain perasaan begini.


Jadi, ketika tahun ini ulang tahun saya tepat di hari Minggu, saya seneng-seneng aja. Cenderung lega malah. Well, perasaan seneng saat ulang tahun juga tetep ada sih, dari doa-doa di setiap ucapan, kado-kado lucu dari teman-teman, dan.. dari promo gratisan di beberapa tempat makan bagi yang ulang tahun. Hhoho.. akhirnyaaa.. AKHIIIRNYAA tahun ini saya dapet kesempatan buat mencicipi promo gratisan ini! *segitunya ama gretongan*. Dari beberapa resto yang menawarkan promo ini, kahirnya saya putuskan untuk ke Holycow!


Monday, 8 July 2013

Bamboo Dimsum: dimsum sepuasnya!


Beberapa minggu ini, salah satu outlet baru di Jalan Radio Dalam ini menarik perhatian saya. Semakin sering lewat, semakin saya pengen mampir. Yang buat saya tertarik adalah bagian All U Can Eat only IDR 48k nett! Muehehe. Well, di luar godaan itu, saya memang penyuka dimsum.

Akhirnya weekend ini mampirlah saya dan Lulu ke Bamboo Dimsum dengan persiapan yang tanpa persiapan. Maksudnya persiapannya adalah ga perlu ngapa-ngapain, mengosongkan isi perut. Yah, ga asik donk kalau ke tempat All U Can Eat, kitanya udah kenyang duluan. Ga maksimal gitu.. (baca: ga mau rugi :p).

Interior outlet Bamboo Dimsum di Radio Dalam ini di design modern minimalis dengan meja dan kursi kayu. Untuk mengakali tempatnya yang ga terlalu luas, sebagian dinding luar terbuat dari float glass dengan rangka hitam, begitupun sebagian interior dihiasi dengan kaca sehingga terkesan lebih luas. Karena kami datang saat siang hari, akhirnya kami memilih meja bagian dalam karena cenderung “aman” dari pantulan sinar matahari.


Saturday, 9 February 2013

Nge-Bibimbap di Ccozy & Friends



Saya kedatangan tamu dari Mojokerto, Cucu, teman kuliah sekaligus teman serumah saya waktu jaman kuliah. Begitu dateng tiba-tiba dia bilang pengen makan masakan Korea. Tapi ga bisa kalau sama si Alfian, pacarnya, yang kebetulan juga sedang ada di Jakarta. Yang satu ini selera Jawa banget. Eheheh. Akhirnya, setelah dari Airport mengantarkan Alfian, kami berangkat bersama dari Blok M ke Gandaria City. Huaah, tiba-tiba hujan turun ga pakai halo-halo. Deres pake banget. Akhirnya kami sampai ke Gandari City dengan bagian bawah celana dan sepatu basah. Tau kan ademnya Gandaria City, makin gemeter kedinginan deh kami. Bbrrrr.

Tanpa nengok kemana-mana dulu, kami langsung ke tujuan utama kami: Ccozy & Friends. Sore-sore, hujan, dan dingin begini memang ramuan jitu bikin perut mendadak laper dan pengen makan yang hangat-hangat. Btw, ternyata sudah lama juga saya ga makan di sini, tapi rasanya ga ada yang berubah. Konsep Ccozy & Friends lebih ke ala cafe, bukan restaurant. Jadi, menu-menunya pun menu perorangan, bukan menu porsi besar ala resto. Selain itu lebih banyak anak-anak muda yang datang ke sini, termasuk kami. Hhaha..

Saturday, 10 November 2012

Chaesungdang - Berawal dari Voucher Diskon



Berawal dari Korama (drama Korea) sampai akhirnya suka musik, makanan, budaya, semuanya. Yes, saya memang salah satu dari pecinta hal-hal berbau Korea. Tapi bagaimana pun, bukan berarti saya ga cinta tanah air sendiri. I still love Indonesia. Aheyy! *kibasponi*

Someday, hati saya tiba-tiba kesetrum: kangen makan masakan Korea. Saya jadi ingat punya voucher diskon salah satu restauran Korea dari salah satu discount website, cukup dekat juga dari kantor – Chaesundang Shabushabu Brand Story. Akhirnya sepulang kantor, kami - saya, Lulu, Annisa, Puspa, dan Luwi – langsung tancap gas ke Gandaria City. Di mall ini memang cukup banyak ragam restauran Asia. Sebelumnya saya pernah mencoba masakan Korean di Ccozy & Friends, yang konsepnya lebih ke versi cafe daripada ke family resto.



Tuesday, 23 October 2012

Kiyadon Sushi Japanese Restaurant

Kiyadon Sushi Grand Indonesia (cr: www.yukcari.com)
Weekend ini saya dan beberapa teman kantor pergi ke kantor Femina di bilangan Kuningan untuk mengikuti beauty class yang diadakan salah satu majalah yang bekerja sama dengan salah satu merk baru. Bagi saya menyenangkan sesekali waktu menghabiskan waktu dengan teman-teman, dapat plus ‘pelajaran’ yang enjoyable lagi kali ini ;)

Selesai acara, kami memutuskan cuci mata ke Grand Indonesia (GI). Perkara memutuskan tempat makan memang ga segampang makannya, apalagi kalau pergi berame-rame. Pilihannya dua: terlalu banyak pilihan atau ga ada pilihan/ga ada yang milih. Hhehe. Kali ini kasusnya karena ga ada yang milih, semuanya jawabnya terserah. Masalahnya ga ada nama resto ‘terserah’, jadi bingung kan. Akhirnya kami memutuskan keliling mondar-mandir sana sini, melihat satu per satu tenant yang kira-kira menarik dan layak coba. Begitu sampai ke pilihan terakhir (karena ga ada pilihan lain), tiba-tiba kami terhenti di satu tempat yang terlihat menarik. Dan semakin tertarik setelah melihat menu di menu book yang diletakkan di depan pintu masuk. Deal, akhirnya kami makan di Kiyadon Sushi.


Saturday, 20 October 2012

Menikmati Sajian Makanan & Layar Tancap di Warung Misbar

Picture belong to detik.com
Weekend ini saya sempatkan ke Bandung untuk memenuhi undangan pernikahan salah satu teman dari kantor lama saya. Setelah ke resepsi pernikahan, kami - saya membawa 2 teman saya Annissa dan Winda untuk menemani makan-makan :P – sempatkan berjalan-jalan. Ya, ga jauh-jauh sih, seperti biasa kami berjalan-jalan di daerah Jalan Riau dan sekitarnya yang sudah terkenal sebagai daerah tempat perbelanjaan dengan deretan FO (factory outlet), pertokoan, dan tempat-tempat makan.

Sunday, 7 October 2012

Gule Kepala Ikan ‘Mas Agus’ – Potongan kepala yang menggoda


Hari ini hari terakhir rangkaian kegiatan Hari Habitat Dunia di Surabaya. Karena masih ada waktu sekitar 3-4 jam sebelum keberangkatan pesawat kembali ke Jakarta, akhirnya saya memutuskan mampir pulang ke rumah. Setelah mencari oleh-oleh tambahan, saya diajak ke tempat recomended keluarga yang baru ditemukan setelah saya kerja di Jakarta: Gule Kepala Ikan Mas Agus. Ya, ini memang pertama kalinya buat saya, tapi sudah yang kesekian kalinya buat keluarga. Beberapa kali yang lalu selalu gagal icip kepala ikan yang dielu-elukan keluarga ini. 


Tuesday, 14 August 2012

Santika Baru Seafood for Seafood Lovers



Kali ini masih menjajah daerah Bendungan Hilir (Benhil). Kami sudah merencanakan untuk mencoba warung kaki lima seafood di salah satu sisi Jalan Bendungan Hilir. Street food spesialis seafood ini bener-bener menarik perhatian saya dan partner wiskul saya, mas Ito. Gimana ga? Selain karena menu seafood-nya, warung kaki lima ini ramainya minta ampun – mulai dari penjalan kaki sampai yang bermobil mewah, dari pengunjung ‘lokal’ sampe ‘interlokal’ (bule) – dari seberang jalan aja sudah bisa kecium aromanya, dan untuk ukuran warung kaki lima, space warungnya besar sekali, rasanya cukup menampung lebih dari 100 orang! Intinya, kami benar-benar kena magnetnya *droooling*.

Friday, 10 August 2012

Berbuka Masakan Asli Aceh di RM. Aceh Seulawah


Ada yang suka makanan Aceh? Ayo, yang suka makanan Aceh acung kakiii!

Meskipun bukan penggila, tapi saya juga suka makanan Aceh, terutama mie Aceh dan Ayam Tangkap. Kadang suka muncul-mucul sendiri ngidamnya. Untungnya di depan kantor ada tenda makanan Aceh yang sederhana, tapi jangan salah, rasanya ga sesederhana itu. Tapi ternyata selama bulan Puasa, Tenda Aceh ga buka lapak.

Akhirnya saya dan partner wisata kuliner memutuskan merantau ke Aceh mencicipi makanan Aceh di RM Aceh Seulawah di daerah Benhil (Bendungan Hilir) untuk buka puasa. Di kawasan ini banyak berderet tempat makanan, apalagi kalau Bulan Puasa begini, ada bazaar Ramadhan dekat Pasar Benhil yang menjual berbagai makanan, cemilan, dan takjil untuk berbuka puasa. Bahkan sekali waktu saya sempat lihat bazaar ini buka dari pagi sampai sore. Lihat makanan bertumpuk-tumpuk gitu jadi bikin tergoda. Tapi puasa tetep jalan dengan lancar terkendali dong.. – padahal tahan napas setiap lewat hee hee

Tuesday, 7 August 2012

Sashimi Time at Y&Y Resto


Dihari yang sama saat perjalanan dari Bekasi, akhirnya kami buka puasa di kereta dan mulai memikirkan menu buka puasa. Singkat cerita akhirnya kami memutuskan untuk nyushi (lagi). Niatnya sih pengen nyobain Sushi Tei yang di Grand Indonesia (GI). Ternyata setelah keliling-keliling mall, info yang saya dapat ngawur sodara-sodara waduh!. Memang belum ada Sushi Tei di GI, tapi di Plaza Indonesia, tetangganya. Kalau di Plaza Indonesia sih sudah tahu, tapi agak segen aja kesana karena kami sudah terlanjur masuk di GI dan memang niatnya main ke GI yang katanya ada juga Sushi Tei. Hngghh..

Perut sudah meronta. Pengen beralih ke Sushi Groove tapi belum nemu juga lokasinya dimana, lupa. Setelah menimbang, mengukur, mengamati, dan meresapi *halah* tiap tenant yang ada, akhirnya kita ‘memberanikan’ diri masuk ke Y&Y Resto. Eniwei, waktu kami menunggu menu baru sadar kalau Sushi Groove ada tepat di depan Y&Y Resto. Hha, bukan jodohnya kesana hari ini.

Begitu masuk langsung disambut ramah oleh waiters dan dengan sigap memberi menu book dan merapikan meja untuk 2 orang. Mereka menyediakan 2 tempat, indoor dan outdoor. Indoor ada di dalam resto mereka dekat dengan dapur dan cashier, sedangkan outdoor tempat duduknya dibagi beberapa macam, ada yang kursi makan seperti resto-resto pada umumnya, ada sofa di sepanjang sisi luar, ada juga tempat duduk yang disekat-sekat dengan dekorasi yang menarik. Restonya memang nyaman, bersih, dan lokasinya sendiri cukup eyecatchy. Begitu lihat menu, yassalaam langsung tersepona: sama foto-foto makanan yang menggiurkan dan price tag-nya. Ehehe.. Yasudahlah, sekali-kali ini, ga tiap hari atau tiap minggu juga kesini.

Wednesday, 25 July 2012

Pindang Iga dan Sup Buntut Potbelli Resto

Ini kedua kalinya saya datang ke PotBelli. Cabang Potbelli Resto di Blok M Square ini baru saja buka beberapa bulan yang lalu. Pertama kali ke sini kami, saya dan mas Ito, tergoda promo paket dari menu yang ditawarkan, khususnya paket Sup Iga dan Sup Buntut. Hm.. Iga memang susah ditolak, padahal 3 hari sebelumnya saya sudah makan 2 kali menu iga di tempat yang berbeda  

Saat itu kami pesan Paket Pot 1 dengan menu Pindang Iga Sapi (bakar/goreng), nasi putih, sambal dan kerupuk, kemudian Kwetiau Seafood, Es Teh Tarik dan Jeruk Manis Hangat. Paket Pot 1 ternyata dilengkapi juga dengan kuah sup dengan wadah terpisah. Penyajiannya menarik dan terasa fresh from the open, rasanya pun ternyata ga kalah menarik. Pindang Iga Sapi Bakar-nya lembut, bumbunya meresap, dan porsinya juga pas, ga terlalu kecil. Cukup mengingatkan saya dengan rasa supernya Iga Bakar di Ipang Resto, Surabaya. Sup kuahnya sedap, asam-asam segar. Benar-benar pelengkap yang pas! (ʃƪ´▽`)

Kwetiau Seafoodnya juga enak. Taburan seafood dan sayurnya cukup banyak dan besar. Kalau dibandingkan dengan Kwetiau Seafood di Solaria yang menjadi salah satu menu tetap saya di sana, soal porsi memang kalah besar. Yah, Solaria memang porsinya hampir ga ada yang kecil. Hhehe.. Tapi memang menurut saya rasanya porsi Kwetiau Seafood di Potbelli sedikit kurang. Untuk sensasi rasanya juga berbeda. Di Potbelli ada sedikit rasa asam. Kalau untuk yang satu ini selera yah. Hhe.. Es Teh Tarik-nya, hmm.. rasanya seperti teh tarik yang diracik sendiri dan terasa asli, bukan dari produk instan apapun, enak dan segar. Yang pasti selesai makan benar-benar merasa puas dan berpikir akan ada ‘selanjutnya’ .

Tuesday, 24 July 2012

Sensasi ‘Makian’ Nasi Goreng Jancuk

Lihat-lihat foto di hp, saya baru sadar, banyak juga foto-foto makanan. Hhe, saya emang suka foto-foto makanan sih. Sekalian aja yah saya review biar fotonya ga ‘sia-sia’.

Ada yang pernah mendengar atau mengenal kata ‘Jancuk’? Ya, ini memang kata-kata umpatan khas Arek Suroboyo. Ga kok, saya bukan mau ngajarin ngumpat. Kata-kata ini memang kesannya agak gimanaa yah kalau denger kata-kata beginian. Tapi kesan yang agak gimana bakal berubah kalau sudah disandingkan dengan nama makanan yang satu ini, Nasi Goreng Jancuk, salah satu menu andalan Kartini Restaurant, Surabaya Plaza Hotel. Dan rasanya ini jadi salah satu makanan ‘wajib’ ketika berkunjung ke Kota Pahlawan ini.


Suasana Kartini Restaurant, Surabaya Plaza

Thursday, 19 July 2012

Icip Perdana ‘sushi cafe’ di Unagi-Qu Sushi

Beberapa minggu terakhir ini tiba-tiba lagi suka ngidam sushi. Ngidamnya berkepanjangan nih sekalipun sudah 2 kali dalam 2 minggu ini memenuhi hasrat nyushi (makan sushi). Ini memang jadi salah satu makanan favorit saya, terutama bagian nori (Jepang) atau kim (Korea) dan salmonnya. Nori, bagi saya, mencium baunya saja nafsu makan langsung meningkat 60%, apalagi kalau makan.

Ngomong-ngomong soal sushi, saya jadi kangen saat nyushi di Surabaya. Lokasi tepatnya di bagian foodcourt City of Tomorrow (Cito), Inagi-Qu Sushi. Saya sendiri baru tahu ada tempat sushi disitu. Jujur awalnya memang ragu dengan tampilan dan rasa sushinya. Pertama, dari lokasinya, kedua nama dan tampilan stand board-nya yang ga meyakinkan (yeah, I look that detail tersenyum lebar). Tapi toh akhirnya iseng nyoba juga.

Sushi Mix and ramen at Unagi-Qu