Pages

Friday, 24 November 2017

Eat Italian at Eatalia [Bandung]


Malam pertama pertambahan umur bersama seorang pria..
Kalau biasanya tahun-tahun lalu yang suka dateng ke kos dan ngasih surprise adalah si sissy Icha, kali ini ada yang berbeda. Banget. Ada lelaki asing tak asing yang kini terikat denganku. Lelaki baru dalam hidupku yang kini tinggal seatap-sekamar. Lelaki yang doyan bantal tiba-tiba begadang buat jadi orang pertama yang berdoa untukku seiring bertambahnya usia. Lelaki yang bilang, "aku ga ngasih surprise ya, yang", lalu pulang kantor bawa sekotak kue dan ngajak dinner biar aku ga perlu masak buat makan malam. Ih, si mas suamik being sensitive today :)

Setelah browsing kesana-kemari cari promo ulang tahun (heaa anaknya udah jadi mahmud prinsip hemat), akhirnya ujung-ujungnya kami memilih kembali ke Eatalia CafĂ© yang sebenarnya jaraknya cukup jauh dari rumah. But that’s okay, jadilah malam ini kita dinner di Eatalia.

Monday, 4 July 2016

[Book Review] Sabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya


"Mungkin Bapak tidak dapat duduk dan bermain di samping kalian.

Tapi, Bapak tetap ingin kalian tumbuh dengan Bapak di samping kalian.
Ingin tetap dapat bercerita kepada kalian.
Ingin tetap dapat mengajarkan kalian.

Bapak sudah siapkan.
Ketika punya pertanyaan, kalian tidak pernah perlu bingung ke mana harus mencari jawaban.
I don’t let death take these, away from us.
I don’t give death, a chance.

Bapak ada di sini. Di samping kalian.
Bapak sayang kalian.”
________


Buku ini sudah masuk dalam daftar must-read sejak lama, sekitar 2 tahun lalu, setelah banyaknya bisikan-bisikan dari teman-teman dan berbagai review yang sempat saya baca. Akhirnya saya baru dapat kesempatan baca buku ini setelah membelinya beberapa bulan lalu. And I must say: I don't regret buying it! Malah bersyukur ga jadi modal pinjem. Hehehe.

Awalnya saya mengira bakal banyak mengharu biru baca buku ini, ternyata ga. Memang ada bagian yang bikin saya terharu, ada bagian yang bikin saya terkagum-kagum, namun tak disangka banyak bagian yang bikin saya ketawa-ketawa sendiri. Semakin terasa pula karena beberapa hal terjadi pula dalam kehidupan pribadi saya. 

Gaya penulisannya asik, santai, mengalir dan menyenangkan. Footnote yang dibuat beberapa memang bersifat informatif, tapi beberapa lainnya dibuat untuk menghibur. Beberapa karakternya memang terasa begitu sempurna, terutama karakter Bapak Gunawan dengan perencanaannya yang matang sempurna, nasehatnya yang mengena tanpa terasa menggurui. Karakternya terasa sempurna sebagai seorang yang cerdas, suami sekaligus ayah yang mengagumkan. Namun di sisi lain, bukan tak mungkin ada seseorang seperti ini, sejauh ini karakter-karakternya ga "mengganggu".

Yang pasti, dibalik gaya penulisannya, ada banyak nilai dan pelajaran yang bisa diambil. Belajar untuk menjadi seorang anak yang baik, belajar untuk menjadi orang tua yang baik, belajar menjadi atasan, belajar menghadapi situasi sehari-hari, bahkan belajar bersabar dan berusaha mencari cinta ;)

Saya pikir, buku ini bisa banget dijadikan bahan diskusi bareng dengan orang tua, saudara, termasuk untuk pasangan/calon pasangan hidup. Hehehe. Ah, diam-diam saya berharap punya copy video-video Bapak Gunawan juga :) 

Jadi semakin ga sabar juga nonton filmnya.

Friday, 24 June 2016

[Book Review] Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 by Pidi Baiq


Berawal dari penasaran karena mendengar banyak rekomendasi untuk membaca buku ini, akhirnya mulailah saya membaca novel ini. 

Secara umum, ini novel ringan masa SMA dengan cerita yang membawa kita serasa kembali ke masa-masa SMA tahun 1990-an. Lucu buat 'cemilan' ringan disela-sela kesibukan. 

Dan.. mungkin seperti banyak orang lainnya, saya jatuh cinta. Jatuh cinta pada tokoh Dilan dan ide si penulis untuk membuat setiap kata-kata dan tingkah laku Dilan begitu menarik, lucu, dan membuat banyak orang jatuh cinta. Saya banyak ketawa karena Dilan. Di sisi lain cukup wah juga karena penulis 'berani' membuat beberapa pembaca (termasuk saya) sebal dengan tokoh utama (perempuan), yang umumya tokoh utama dibuat protagonis. 

Sayangnya sejauh ini hanya itu saja yang membuat saya jatuh cinta. Karena mungkin (kali ini) tidak seperti banyak orang lainnya yang telah membaca buku ini, saya merasa sangat terganggu dengan gaya bahasa dan penulisan novel ini. Saya merasa membaca rough draft. Untuk pertama kalinya, berkali-kali saya mengecek siapa editornya: editornya ngapain aja niih? pemilihan katanya suka ngaco - baku dan tidak baku bercampur jadi satu, rasanya persis seperti membaca diary yang ditulis waktu jaman smp/sma, penulisan hurufnya pun berantakan. Sebenarnya, kalau memang mau santai pun tidak apa, bahasa non formal sekalian tapi tetap terstruktur dengan bahasa yang rapi. Mungkin ini memang semacam 'keunikan' cara penulis - bagi yang menyukai gaya penulisannya - yang tidak cocok saja dengan saya. 

Buat saya sayang aja sih, ditengah rasa menikmati alur dan terhibur akan tokoh Dilan, harus gemas dengan tata bahasanya. Ini hanya pendapat saya pribadi, maaf bagi penggemar novel ini.

Saya akan tetap membaca buku kedua sih (Dilan Bagian Kedua: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991). Bukan apa-apa, lebih karena.. Dilan :)

_____

UPDATE:
Denger-denger katanya bakal ada buku baru dari Pidi Baiq yang masih berhubungan dengan buku Dilan, tapi bukan serial lanjutan dari buku Dilan maupun Dilan Bagian Kedua. Saya expect banyak dari buku ini, - atau setidaknya saya berharap lebih dari buku ini dibandingkan dari buku seri Dilan. Karena kali ini, buku itu akan bercerita dari sudut pandang Dilan, seseorang yang punya pemikiran yang menarik, lucu, kemampuan menulisnya bagus, dan.. orang yang bikin saya penasaran kabarnya setelah membaca buku DIlan Bagian Kedua :) Apa kabar kamu, Dilan?

Sunday, 6 March 2016

[Review] Saphaipae Hostel Bangkok


Akhirnya~ bikin review juga perjalanan ke Bangkok.. tahun lalu. Muehehe. Lebih baik terlambat lah ya daripada ga sama sekali. Mudah-mudahan aja review-an telat ini tetep bisa bermanfaat buat kalian yah :B

Jadi sebelum berangkat ke Bangkok, saya jadi gila browsing buat perencanaan yang seasik mungkin, baik buat bikin itinerary maupun cari tempat tinggal. Berdasarkan hasil browsing sana sini dan membandingkan sekitar 30 akomodasi di Bangkok, akhirnya saya dan teman-teman memutuskan tinggal di Saphaipae Bangkok. Pilihan ini juga setelah mempertimbangkan beberapa rekomendasi yang terpercaya, salah satunya Claudia Kaunang sebagai backpacker sekaligus penulis buku perjalanan.

Saturday, 7 March 2015

Groovie Lunch at Sushi Groove


Sabtu pagi ini, kami sudah datang mencoba menyelinap masuk ke dalam salah satu mall yang berada di pusat kota Jakarta ini. Melipir ke pintu masuk karyawan, kami bergegas menuju ke lantai 8. Diawal weekend ini saya mengajak mba Nurul ikutan nonton bareng film Korea The Con Artist. Kebetulan saya dapet 2 tiket nonton premiere ;)

Karena pergi tanpa sarapan, akhirnya sebelum siang pun kami sudah kelaparan. Setelah keliling mall sambil berkontemplasi, mata kami jatuh ke salah satu resto sushi bernuansa hijau, Sushi Groove. Berbeda dari kebanyakan resto Jepang yang kuat banget nuansa Jepang-nya, resto ini tatanannya lebih ke arah fushion style resto, terkesan trendy dan casual dengan nuansa hijau dan cokelat. Di sisi kiri dipenuhi dengan meja kayu dan sofa, sedangkan di sisi kanan kursi tanpa sandaran berderet menemani meja kayu panjang di hadapannya. Begitu kita masuk, serta merta sang pelayan datang membawa menu book untuk kami.

Thursday, 15 January 2015

Pipiltin Cocoa: cocoa in every drop!


Ada yang ngidam parah nih pengen ke sini. Akhirnya sepulang piknik weekend lalu, alih-alih ke Pasar Santa bareng temen-temen lainnya, setelah selesai belanja akhirnya saya dan Lulu memutuskan untuk menikmati dessert di Pipiltin Cocoa. Siapapun penikmat dan pecinta cokelat, Pipiltin Cocoa jadi semacam salah satu tempat wajib kunjung, mengingat mereka mengolah sajian dengan konsep ”bean to bar chocolate” dari biji-biji cokelat yang berasal dari Pidie Jaya, Aceh dan Tabanan, Bali.

Dapur tembus pandang Pipiltin Cocoa

Berkonsep ala industrial factory, Pipiltin Cocoa yang berada di Jalan Barito ini terdiri dari 3 lantai. Sesuai dengan konsep bangunannya, di lantai dasar merupakan dapur pembuatan makanan yang bisa kita lihat langsung prosesnya karena dindingnya yang berasal dari float glass. Dari pintu masuk sini, kita akan langsung dibawa ke lantai 2 yang merupakan area dine in. Nuansa cokelat dan abu-abu ala industrial factory terlihat jelas di sini. Dinding semen, meja dan kursi kayu, sofa dengan tema yang sama di bagian pojok dan bakery display yang keseluruhannya ditata apik. Lantai 2 ini terbagi menjadi 2 bagian, non smoking area di sisi dalam dan smoking area di sisi luar yang dibatasi dengan dinding dan pintu float glass. 


Wednesday, 14 January 2015

Mendadak Piknik, Piknik Ceria!


Hari Sabtu lalu, pagi-pagi saya dibangunkan oleh nada dering handphone yang saya pikir alarm karena salah setting. Mata setengah terbuka, tangan sudah siap snoozing alarm, sampai saya lihat muka Annissa nongol di layar. Out of no where, si teman ini tau-tau ngajakin piknik – hari ini, pagi ini juga! Nyawa saya yang masih belum kekumpul semua bikin makin terasa absurd dengan ajakan tiba-tiba ini. Yeah, mungkin ga tiba-tiba juga karena ini sebenernya rencana tahun lalu yang entah gimana akhirnya batal begitu saja. Dan pagi itu tau-tau rencana yang batal itu hidup lagi. Well, karena saya memang sudah lama pengen piknik bareng di taman, akhirnya saya iyakan ajakan piknik ini meskipun dadakannya pake banget. Untung aja tempat pikniknya ga jauh-jauh dari kost: di Taman Langsat.

Meskipun deket dan memang lewatan saya setiap berangkat kantor, pas akhirnya berangkat banyak dari kita – termasuk, ehem, saya – yang kesasar. Hahaha kita cuma sering denger namanya aja sih, belum pernahmain ke sini dan ga tau dimana pintu masuknya. Ternyata eh ternyata, kalau dari arah Blok M, pintu masuknya ada di belokan setelah Pasar Burung dan TPS Barito. Nah saya malah masuk dari seberang pintu samping Pasar Mayestik, which is ternyata bukan bagian untuk publik. Hahhaha.

However setelah tanya sana sini, sampai juga saya dan temen saya ke Taman Langsat. Di sana sudah ada 4 teman dan calon teman kami sudah ngobrol unyu di bawah pohon-pohon kelapa beralaskan taplak bunga-bunga penuh camilan. Jadi sih, piknik kita ini memang asal kumpul aja, nongkrong unyu ngobrol sana-sini sambil nyamil makanan yang di bawa masing-masing orang. Intinya sih, hangout non-ngemall bareng teman-teman :) Once in a while, ini bisa jadi rutinitas seru daripada terus-terusan nge-mall. Bisa ngobrol seru, makan-makan, foto-foto, nambah temen baru, suasana yang beda dengan pemandangan cakep beratapkan langit – yah, asal jangan hujan aja sih :p

teman, temannya teman, temannya temannya teman: semua kumpul :)

Taman Langsat oke juga buat piknik begini. Rindang, hijau, ga terlalu rame orang, tapi fasilitas tamannya lumayan. Di sini ternyata juga ada Ruang Serba Guna yang biasa dipakai buat acara nikahan dan semacamnya. Meski begini, tapi tetep waspada yah dan pinter-pinter pilih tempat, karena kemarin ranting pohon kelapa yang tua sempat jatuh tepat disamping kami. Phewh...

people swarming! ♥
Tapi overall, piknik ke taman itu tetep seru, termasuk Taman Langsat, apalagi buat yang udah bosen-gelinding-gelinding-parah sama mall. Someone says, “Picnic is more than eating, it’s pleasurable sate of mindAnd I absolutely, agree! ;)

Tuesday, 9 December 2014

Co Host for My Trip My Adventure to Sumba [Part 3]

the mysterious Weekuri Lake (this picture taken from here)


Cuaca hari kedua berubah cepat, cuaca panas berganti dengan awan mendung dan tiba-tiba hujan. Ini hari pertama turun hujan di sana. Pas banget kami lagi ngetrip begini. Tapi toh akhirnya kita tetap lanjut ke destinasi selanjutnya, Danau Weekuri. Perjalanan ga terlalu jauh dari tebing Pantai Mandorak, tapi medannya menantang banget, dan dengan Willys Jeep saat hujan begini sukses bikin kami menggigil kedinginan.

Perjalanan untuk sampai ke sini yang penuh perjuangan ga sia-sia. Danau Weekuri ini ternyata ga kalah keren. Dikelilingi pohon-pohon bakau yang hijau terlihat cantik sekaligus misterius, airnya jernih banget, bagian dasarnya sampai terlihat dari permukaan. Begitu sampai, bawaannya pengen langsung lari dan lompat ke danau. Tapi karena danaunya ga terlalu dalem, jadi kami cari aman dengan terjun santai macem di kolam renang. Hehe. Eh, begitu masuk ke dalam air, yang ada perasaan lega. Ternyata airnya ga dingin seperti yang kami bayangkan, cenderung hangat malah. Kami yang sudah menggigil kedinginan makin betah deh berenang-renang di danau. Menyenangkan! 

Meskipun sumber utama airnya datang dari laut, tapi rasa airnya payau, mungkin karena sudah tercampur dengan air hujan. Well, di sini pun saya ga lepas diusilin duo host ini. Heran, aadaa aja ide ngerjain orang. Satu hal yang bikin saya bersyukur, at least saya bisa berenang. Hhihi.. kan ngeri juga dikerjain di dalam danau begini tanpa kemampuan berenang. Ada saat saya mau bales ngerjain mereka, tapi rasanya ga ada yang berhasil. Saya terlalu ringan kayaknya buat mereka berdua, hheheu. Tapi dengan keusilan mereka setidaknya bikin saya ga awkward dan nyaman ngetrip bareng mereka.

Monday, 8 December 2014

Co Host for My Trip My Adventure to Sumba [Part 2]


Hari yang ditunggu-tunggu dengan cerah ceria tapi gugup setengah hidup datang juga. H+1 setelah ulang tahun saya, berangkatlah saya pagi-pagi buta ke Soetta Airport. Saya berangkat bareng PIC dari Advan dengan flight Jakarta – Bali jam 5.00 WIB. Dari Bali, kami melanjutkan perjalanan jam 12.00 WITA, full team dengan kru Trans Tv, termasuk 2 host MTMA, Vicky Nitinegoro dan Denny Sumargo. Dan akhirnya setelah perjalanan panjang, sampailah kami di Sumba Barat. Suasananya mengingatkan saya saat saya datang ke Dili, Timor Leste, 3 tahun lalu. Well, mungkin karena lokasinya yang berdekatan.


Sunset dari atas tebing Pantai Mandorak

Tujuan pertama kami adalah Pantai Mandorak di Sumba Barat Daya. Dari airport ke pantai ini cukup jauh, sekitar 2 jam perjalanan nyaris tanpa macet, berjarak sekitar 42 Km dari Tambolaka Ibukota Kabupaten Sumba Barat Daya. Melewati jalan berkelok-kelok di atas bukit, naik dan turun sampai akhirnya di suatu daerah yang semakin jarang terdapat rumah penduduk ataupun kendaraan bermotor, jauh dari kota dan keramaian, kanan kiri dipenuhi dengan ilalang dan tanpa lampu jalan, lebih banyak penduduk lokal yang berjalan kaki sambil menuntun kerbaunya pulang.

Sampai akhirnya kami tiba di salah satu tebing tinggi Pantai Mandorak. Tempat yang terkenal dengan pemandangan sunset-nya yang super. Dan terbukti, di sini keren banget sunset-nya, totally! Menikmati sunset dengan suara ombak air pasang yang bertabrakan dengan bebatuan dan tebing-tebing di sepanjang pantai, airnya yang jernih biru kehijauan, pasir putih, langit yang terasa luas dan tebing yang cantik. What a wonderful sight. Pantai Mandorak seperti surga kecil nyaris tak terjamah dibalik tebing :)

Akhirnya dimalam pertama, kami tinggal di salah satu rumah warga asing yang merupakan anggota foundation asing yang sudah cukup lama tinggal di Indonesia. Rumahnya merupakan bangunan dengan konsep rumah adat dengan beberapa modifikasi, menghadap kearah laut dengan teras kayu tanpa atap. Dan ternyata pemandangan dahsyat ga hanya saat sunset, pemandangan malamnya pun juga ga kalah memikat. Saya seperti berdiri dengan teropong bintang tak terlihat. Langitnya jernih, bintang-bintang bermunculan semakin jelas memenuhi seluruh lembaran langit malam. Percaya deh, ini-kece-banget! Saya ga akan berhenti bosan memandang langit malam di sini. Malam ini, serasa bangsa Na’vi dalam film Avatar, kami tidur di atas hammock yang ternyata nyaman juga untuk tidur hingga pagi datang.

Sunday, 7 December 2014

Co Host for My Trip My Adventure to Sumba [Part 1]


Suatu siang di kantor, tiba-tiba handphone saya memanggil-manggil. Setengah hati mau angkat telepon karena nomor Jakarta yang ga dikenal, tapi toh akhirnya saya angkat juga. Dan saat itu juga perasaan saya tiba-tiba seperti di bolak-balik. Ternyata itu telepon dari detik.com yang mengabarkan kalau saya masuk kandidat pemenang terakhir My Trip My Adventure Co-Host Hunt Season 2 dan dalam waktu satu jam saya diminta untuk mengirimkan video ala host My Trip My Adventure.

Oh. My. God. 

Oke, seneng, panik, grogi, ragu-ragu karena berbagai alasan yang ada saat itu. Tapi akhirnya saya buat juga video yang diminta. Diam-diam menyelinap keluar mencari ruang kosong – dan berakhir di salah satu toilet kantor yang syukur banget ternyata airnya lagi macet, jadi ga bakal ada yang masuk. Tanpa pengalaman jadi host apapun sebelumnya – paling juga jadi jadi mc buat meeting acara kantor .__. – dan bermodal temen kantor dan kamera hapenya, ah plus toilet kantor, akhirnya jadi juga videonya. Yippey! 

‘Beres, tinggal kirim’, pikir saya.

Tapi ternyata ga berhenti sampai situ tantangannya. Hak! Alamat email yang dijanjikan buat kirim videonya ga masuk, di email saya yang manapun dan folder apapun. Saya coba tanya ke twitter, facebook dan bahkan email redaksi detik.com ga ada jawaban. Sempet nyaris semacam mental breakdown (haha apa deh Sy, lebay!). Tapi karena ga mau usaha saya bikin video dan convert video yang ga bisa ke kirim via email karena ukurannya yang terlalu gede, akhirnya pake jurus ‘sebodo-amat’ akhirnya saya kirim videonya ke email redaksi dan admin detik.com. Dibaca atau ga, dilihat atau ga saya serahkan selanjutnya ke yang Maha Kuasa deh. Meskipun penasaran setengah mati, akhirnya toh saya pasrah aja. Kenyataan jadi kandidat 10 besar pemenang ke-4 dari ribuan pendaftar aja saya udah seneng, karena awalnya saya ngerasa banyak melakukan 'kebodohan' waktu daftar. Hhehe..

Tapi ternyata takdir berkata lain. Sore itu juga, saat saya baru aja menginjakkan kaki di kamar, salah satu kru Trans Tv mengabarkan saya kalau saya akhirnya terpilih jadi pemenang ke Sumba. 

Kayaknya perlu saya capslock: MENANG CO-HOST MY TRIP MY ADVENTURE KE SUMBA!
Yahoooo~! 

Udah pengen tereak sambil salto di tempat aja, tapi saya memilih menahan diri daripada nanti malah dianggep ga waras dan batal jadi pemenang. Tantangan selanjutnya, ijin cuti 3 hari saat H-3 juga butuh effort yang ga biasa. Dengan bantuan doa dari si mamah, temen-temen, juga dengan kekuatan bulan si Sailormoon, akhirnya saya dapet ijin juga. 

Huhu thanks a lot God. It feels like an early surprise birthday gift for me. Awesome! :'D

dengan 'semena-mena' saya malah pasang pas foto ala KTP, which is hal yang selalu saya hindarin --"

Wednesday, 18 June 2014

Roti Tissu dan Teh Tarik a-la Martabak Gapa Medan


Ini kali pertama saya benar-benar menginjakkan kaki di Medan. Sebelumnya saya hanya numpang transit beberapa jam di airport. Perjalanan kali ini bukan khusus untuk liburan, tapi karena pekerjaan yang membawa saya ke sini. Bagaimanapun, perjalanan ini tentu aja saya manfaatkan sebaik-baiknya.

Kebetulan salah satu teman baik saya, teman serumah, seangkatan, sejurusan waktu kuliah adalah orang Medan dan masih tinggal di Medan. Akhirnya, malam hari pertama di Medan, saya dibawa keliling di daerah pusat Kota Medan. mulai dari daerah-daerah bangunan bersejarah seperti Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion, Masjid Raya Medan sampai ke beberapa tempat gaul anak Medan, salah satunya Merdeka Walk. Sayang banget, kecuali Merdeka Walk, kami cuma numpang lewat karena waktu yang sangat sempit. Hhehe.

Setelah berkeliling ke beberapa tempat, saya akhirnya dibawa ke salah satu tempat makan di kawasan Lapangan Merdeka, Martabak Gapa. Meskipun letaknya di pinggir jalan, gerai martabak ini hampir selalu ramai pengunjung, termasuk non-weekend seperti hari ini. Menjual menu khas Malaysia dan India, salah satu menu yang paling hits di sini adalah Roti Tissu (IDR 23k). 



Seperti namanya, roti yang berbahan dasar tepung, telur, susu dan mentega ini di panggang di atas wajan datar dan dibentangkan hingga ukurannya sangat lebar dan tipis seperti tissu. Begitu matang, secepat kilat bentangan roti tissu ini ditarik di bagian ujungnya hingga berbentuk kerucut dan di siram dengan susu kental manis cokelat dan taburan keju. Teknik pembuatannya yang unik dan ukurannya yang tinggi menjulang membuat siapapun jadi tertarik melihatnya. Apalagi buat foodism seperti saya, pengen cepet-cepet pesen, foto, makan, share! Hhehe. Berhubung minuman khas sini dan kebetulan juga salah satu kesukaan saya adalah Teh Tarik (IDR 10k), akhirnya saya pesan kopi hitam. Eh, Teh Tarik donk :p



Seperti yang terlihat, Roti Tissu-nya terasa renyah, manis dan sedikit asin karena taburan keju. Pada bagian-bagian tertentu, roti tissu ini ada yang terasa lebih tebal sehingga terasa kesan ‘roti’-nya. Dengan ukuran yang jumbo ini, saya memilih berbagi dengan teman saya. Tau-tau udah berasa kenyang, aja. Untuk Teh Tarik-nya sendiri, rasanya cukup unik dan agak pahit. Berbeda dengan Teh Tarik kebanyakan yang pernah saya coba. Karena pada dasarnya saya agak anti sama pahit, saya sih lebih suka Teh Tarik yang biasa saya minum aja deh. Hehehhe. Bukan berarti rasanya ga enak sih, ini masalah selera aja.


Location
Martabak Gapa
Jalan Perniagaan Ujung
(Depan Lapangan Merdeka)
Medan, Indonesia
Phone: 081375725151

Opening Hours 

Everyday 17:00 – 24:00 pm

Friday, 23 May 2014

Steak Kambing ala Kambing Bakar Cairo


Jarum jam dinding semakin mendekat ke arah angka 5 dan 12, sudah lewat hampir satu jam dari jam kantor. Sebagian teman-teman kantor sudah menempelkan jarinya di finger print dan bergegas pulang. Saya masih berdiam diri di depan meja sambil mengutak-atik laporan selang-seling dengan browsing.

Tiba-tiba suara teman kantor memanggil, “Cibull, sini deh.. Aku restuin kamu sama si anu”. “Hemh??”, balas saya sambil sadar ga sadar pasang muka shock-pahit setelah beranjak mendatangi mejanya dan ternyata digodain begitu.

“Hahaha… ngambing yuk! Yuuukk! Enak banget deh kambing bakar”, katanya.
“Hmm.. ayok aja. Kapan?”, tanya saya.
Dan yang lain pada sorak,”Tuh.. kaan, kalo ngajak Cibul soal makanan mah gampang banget”. Ah sial, berasa dijebak tes kerakusan. Kan jadi maluh.. *belagak malu malu kucing*
“Yaaiiiyy! Sekarang yuk, siap-siap yah, aku udah laper banget! Aaah akhirnya. Oke!”, katanya girang sambil peluk sana sini. Saya sendiri meskipun masih flustered akhirnya manut aja beberes tas.

Karena lokasinya yang ga jauh dari kantor dan sudah pesan taksi, dalam beberapa menit kami sampai di depan resto Kambing Bakar Cairo, dengan pasukan tambahan yang ga disengaja karena mood-nya tiba-tiba berubah.

Lokasi Kambing Bakar Cairo ini ga terlalu terlihat dari depan jalan raya, tapi untuk menuju ke sini sama sekali ga sulit. Cukup belok sedikit dari Jalan Raya Melawai, tepat di sebelah d’Solo. Seperti kebanyakan resto lainnya, resto ini menyediakan tempat makan di sisi luar ruangan (outdoor) dan di dalam ruangan (indoor) sebagai non smooking area. Awalnya kami memilih di luar karena terasa lebih sejuk dan santai, tapi karena hujan deras yang tiba-tiba mengguyur Jakarta hingga membuat suara kami tenggelam di dalamnya, akhinya kami memutuskan untuk pindah ke dalam ruangan. Lalalala suara kami muncul lagi. Bagian indoor didominasi dengan warna-wana kayu dengan tempat duduk yang terbuat dari rotan. Lampu-lampu gantung yang agak sendu membuat suasananya cukup cozy tanpa mengganggu pemandangan saat makan.

Sunday, 24 November 2013

Birthday Steak presented by Holycow! Steakhouse

this picture taken from here

Have a happy older, Sy! ':)


Well frankly, semakin bertambah umur, alih-alih seneng ketemu dengan hari Ulang Tahun (lagi), yang lebih dominan muncul justru perasaan ngeri. Hehe.. kayaknya saya ga sendirian yang ngerasain perasaan begini.


Jadi, ketika tahun ini ulang tahun saya tepat di hari Minggu, saya seneng-seneng aja. Cenderung lega malah. Well, perasaan seneng saat ulang tahun juga tetep ada sih, dari doa-doa di setiap ucapan, kado-kado lucu dari teman-teman, dan.. dari promo gratisan di beberapa tempat makan bagi yang ulang tahun. Hhoho.. akhirnyaaa.. AKHIIIRNYAA tahun ini saya dapet kesempatan buat mencicipi promo gratisan ini! *segitunya ama gretongan*. Dari beberapa resto yang menawarkan promo ini, kahirnya saya putuskan untuk ke Holycow!


Tuesday, 19 November 2013

Win a Trip to Korea!




hi Korean lovers~

Again and again, Korean Tourism Organization gives us a chance to win a family trip to Korea for up to 4 family members. This trip worth up to $6.000 for 5 total winners. Just take this chance and don't forget to pray! ;)

Wish us luck~ 

Monday, 8 July 2013

Bamboo Dimsum: dimsum sepuasnya!


Beberapa minggu ini, salah satu outlet baru di Jalan Radio Dalam ini menarik perhatian saya. Semakin sering lewat, semakin saya pengen mampir. Yang buat saya tertarik adalah bagian All U Can Eat only IDR 48k nett! Muehehe. Well, di luar godaan itu, saya memang penyuka dimsum.

Akhirnya weekend ini mampirlah saya dan Lulu ke Bamboo Dimsum dengan persiapan yang tanpa persiapan. Maksudnya persiapannya adalah ga perlu ngapa-ngapain, mengosongkan isi perut. Yah, ga asik donk kalau ke tempat All U Can Eat, kitanya udah kenyang duluan. Ga maksimal gitu.. (baca: ga mau rugi :p).

Interior outlet Bamboo Dimsum di Radio Dalam ini di design modern minimalis dengan meja dan kursi kayu. Untuk mengakali tempatnya yang ga terlalu luas, sebagian dinding luar terbuat dari float glass dengan rangka hitam, begitupun sebagian interior dihiasi dengan kaca sehingga terkesan lebih luas. Karena kami datang saat siang hari, akhirnya kami memilih meja bagian dalam karena cenderung “aman” dari pantulan sinar matahari.


Saturday, 6 April 2013

3 Places in One Day Travelling at Cianjur

Situs Megalitikum Gunung Padang

Akhirnya bisa jalan-jalan menikmati Indonesia lagi. Perjalanan ini diawali dengan penemuan ga disengaja di salah satu website tour agent. Perjalanan ini ga pernah direncanakan sebelumnya, saya bahkan awalnya belum pernah mendengar tentang tempat wisata ini. Tapi setelah browsing sana sini tentang Gunung Padang, melihat tujuan yang ga terlalu jauh, cukup memakan waktu sehari, dan ga butuh biaya besar, akhirnya sekitar H-7, saya dan teman-teman memesan 4 seat terakhir yang tersisa.

Saturday, 9 February 2013

Nge-Bibimbap di Ccozy & Friends



Saya kedatangan tamu dari Mojokerto, Cucu, teman kuliah sekaligus teman serumah saya waktu jaman kuliah. Begitu dateng tiba-tiba dia bilang pengen makan masakan Korea. Tapi ga bisa kalau sama si Alfian, pacarnya, yang kebetulan juga sedang ada di Jakarta. Yang satu ini selera Jawa banget. Eheheh. Akhirnya, setelah dari Airport mengantarkan Alfian, kami berangkat bersama dari Blok M ke Gandaria City. Huaah, tiba-tiba hujan turun ga pakai halo-halo. Deres pake banget. Akhirnya kami sampai ke Gandari City dengan bagian bawah celana dan sepatu basah. Tau kan ademnya Gandaria City, makin gemeter kedinginan deh kami. Bbrrrr.

Tanpa nengok kemana-mana dulu, kami langsung ke tujuan utama kami: Ccozy & Friends. Sore-sore, hujan, dan dingin begini memang ramuan jitu bikin perut mendadak laper dan pengen makan yang hangat-hangat. Btw, ternyata sudah lama juga saya ga makan di sini, tapi rasanya ga ada yang berubah. Konsep Ccozy & Friends lebih ke ala cafe, bukan restaurant. Jadi, menu-menunya pun menu perorangan, bukan menu porsi besar ala resto. Selain itu lebih banyak anak-anak muda yang datang ke sini, termasuk kami. Hhaha..

Saturday, 10 November 2012

Chaesungdang - Berawal dari Voucher Diskon



Berawal dari Korama (drama Korea) sampai akhirnya suka musik, makanan, budaya, semuanya. Yes, saya memang salah satu dari pecinta hal-hal berbau Korea. Tapi bagaimana pun, bukan berarti saya ga cinta tanah air sendiri. I still love Indonesia. Aheyy! *kibasponi*

Someday, hati saya tiba-tiba kesetrum: kangen makan masakan Korea. Saya jadi ingat punya voucher diskon salah satu restauran Korea dari salah satu discount website, cukup dekat juga dari kantor – Chaesundang Shabushabu Brand Story. Akhirnya sepulang kantor, kami - saya, Lulu, Annisa, Puspa, dan Luwi – langsung tancap gas ke Gandaria City. Di mall ini memang cukup banyak ragam restauran Asia. Sebelumnya saya pernah mencoba masakan Korean di Ccozy & Friends, yang konsepnya lebih ke versi cafe daripada ke family resto.



Tuesday, 23 October 2012

Kiyadon Sushi Japanese Restaurant

Kiyadon Sushi Grand Indonesia (cr: www.yukcari.com)
Weekend ini saya dan beberapa teman kantor pergi ke kantor Femina di bilangan Kuningan untuk mengikuti beauty class yang diadakan salah satu majalah yang bekerja sama dengan salah satu merk baru. Bagi saya menyenangkan sesekali waktu menghabiskan waktu dengan teman-teman, dapat plus ‘pelajaran’ yang enjoyable lagi kali ini ;)

Selesai acara, kami memutuskan cuci mata ke Grand Indonesia (GI). Perkara memutuskan tempat makan memang ga segampang makannya, apalagi kalau pergi berame-rame. Pilihannya dua: terlalu banyak pilihan atau ga ada pilihan/ga ada yang milih. Hhehe. Kali ini kasusnya karena ga ada yang milih, semuanya jawabnya terserah. Masalahnya ga ada nama resto ‘terserah’, jadi bingung kan. Akhirnya kami memutuskan keliling mondar-mandir sana sini, melihat satu per satu tenant yang kira-kira menarik dan layak coba. Begitu sampai ke pilihan terakhir (karena ga ada pilihan lain), tiba-tiba kami terhenti di satu tempat yang terlihat menarik. Dan semakin tertarik setelah melihat menu di menu book yang diletakkan di depan pintu masuk. Deal, akhirnya kami makan di Kiyadon Sushi.


Saturday, 20 October 2012

Menikmati Sajian Makanan & Layar Tancap di Warung Misbar

Picture belong to detik.com
Weekend ini saya sempatkan ke Bandung untuk memenuhi undangan pernikahan salah satu teman dari kantor lama saya. Setelah ke resepsi pernikahan, kami - saya membawa 2 teman saya Annissa dan Winda untuk menemani makan-makan :P – sempatkan berjalan-jalan. Ya, ga jauh-jauh sih, seperti biasa kami berjalan-jalan di daerah Jalan Riau dan sekitarnya yang sudah terkenal sebagai daerah tempat perbelanjaan dengan deretan FO (factory outlet), pertokoan, dan tempat-tempat makan.