Pages

Wednesday, 18 June 2014

Roti Tissu dan Teh Tarik a-la Martabak Gapa Medan


Ini kali pertama saya benar-benar menginjakkan kaki di Medan. Sebelumnya saya hanya numpang transit beberapa jam di airport. Perjalanan kali ini bukan khusus untuk liburan, tapi karena pekerjaan yang membawa saya ke sini. Bagaimanapun, perjalanan ini tentu aja saya manfaatkan sebaik-baiknya.

Kebetulan salah satu teman baik saya, teman serumah, seangkatan, sejurusan waktu kuliah adalah orang Medan dan masih tinggal di Medan. Akhirnya, malam hari pertama di Medan, saya dibawa keliling di daerah pusat Kota Medan. mulai dari daerah-daerah bangunan bersejarah seperti Istana Maimun, Tjong A Fie Mansion, Masjid Raya Medan sampai ke beberapa tempat gaul anak Medan, salah satunya Merdeka Walk. Sayang banget, kecuali Merdeka Walk, kami cuma numpang lewat karena waktu yang sangat sempit. Hhehe.

Setelah berkeliling ke beberapa tempat, saya akhirnya dibawa ke salah satu tempat makan di kawasan Lapangan Merdeka, Martabak Gapa. Meskipun letaknya di pinggir jalan, gerai martabak ini hampir selalu ramai pengunjung, termasuk non-weekend seperti hari ini. Menjual menu khas Malaysia dan India, salah satu menu yang paling hits di sini adalah Roti Tissu (IDR 23k). 



Seperti namanya, roti yang berbahan dasar tepung, telur, susu dan mentega ini di panggang di atas wajan datar dan dibentangkan hingga ukurannya sangat lebar dan tipis seperti tissu. Begitu matang, secepat kilat bentangan roti tissu ini ditarik di bagian ujungnya hingga berbentuk kerucut dan di siram dengan susu kental manis cokelat dan taburan keju. Teknik pembuatannya yang unik dan ukurannya yang tinggi menjulang membuat siapapun jadi tertarik melihatnya. Apalagi buat foodism seperti saya, pengen cepet-cepet pesen, foto, makan, share! Hhehe. Berhubung minuman khas sini dan kebetulan juga salah satu kesukaan saya adalah Teh Tarik (IDR 10k), akhirnya saya pesan kopi hitam. Eh, Teh Tarik donk :p



Seperti yang terlihat, Roti Tissu-nya terasa renyah, manis dan sedikit asin karena taburan keju. Pada bagian-bagian tertentu, roti tissu ini ada yang terasa lebih tebal sehingga terasa kesan ‘roti’-nya. Dengan ukuran yang jumbo ini, saya memilih berbagi dengan teman saya. Tau-tau udah berasa kenyang, aja. Untuk Teh Tarik-nya sendiri, rasanya cukup unik dan agak pahit. Berbeda dengan Teh Tarik kebanyakan yang pernah saya coba. Karena pada dasarnya saya agak anti sama pahit, saya sih lebih suka Teh Tarik yang biasa saya minum aja deh. Hehehhe. Bukan berarti rasanya ga enak sih, ini masalah selera aja.


Location
Martabak Gapa
Jalan Perniagaan Ujung
(Depan Lapangan Merdeka)
Medan, Indonesia
Phone: 081375725151

Opening Hours 

Everyday 17:00 – 24:00 pm

Friday, 23 May 2014

Steak Kambing ala Kambing Bakar Cairo


Jarum jam dinding semakin mendekat ke arah angka 5 dan 12, sudah lewat hampir satu jam dari jam kantor. Sebagian teman-teman kantor sudah menempelkan jarinya di finger print dan bergegas pulang. Saya masih berdiam diri di depan meja sambil mengutak-atik laporan selang-seling dengan browsing.

Tiba-tiba suara teman kantor memanggil, “Cibull, sini deh.. Aku restuin kamu sama si anu”. “Hemh??”, balas saya sambil sadar ga sadar pasang muka shock-pahit setelah beranjak mendatangi mejanya dan ternyata digodain begitu.

“Hahaha… ngambing yuk! Yuuukk! Enak banget deh kambing bakar”, katanya.
“Hmm.. ayok aja. Kapan?”, tanya saya.
Dan yang lain pada sorak,”Tuh.. kaan, kalo ngajak Cibul soal makanan mah gampang banget”. Ah sial, berasa dijebak tes kerakusan. Kan jadi maluh.. *belagak malu malu kucing*
“Yaaiiiyy! Sekarang yuk, siap-siap yah, aku udah laper banget! Aaah akhirnya. Oke!”, katanya girang sambil peluk sana sini. Saya sendiri meskipun masih flustered akhirnya manut aja beberes tas.

Karena lokasinya yang ga jauh dari kantor dan sudah pesan taksi, dalam beberapa menit kami sampai di depan resto Kambing Bakar Cairo, dengan pasukan tambahan yang ga disengaja karena mood-nya tiba-tiba berubah.

Lokasi Kambing Bakar Cairo ini ga terlalu terlihat dari depan jalan raya, tapi untuk menuju ke sini sama sekali ga sulit. Cukup belok sedikit dari Jalan Raya Melawai, tepat di sebelah d’Solo. Seperti kebanyakan resto lainnya, resto ini menyediakan tempat makan di sisi luar ruangan (outdoor) dan di dalam ruangan (indoor) sebagai non smooking area. Awalnya kami memilih di luar karena terasa lebih sejuk dan santai, tapi karena hujan deras yang tiba-tiba mengguyur Jakarta hingga membuat suara kami tenggelam di dalamnya, akhinya kami memutuskan untuk pindah ke dalam ruangan. Lalalala suara kami muncul lagi. Bagian indoor didominasi dengan warna-wana kayu dengan tempat duduk yang terbuat dari rotan. Lampu-lampu gantung yang agak sendu membuat suasananya cukup cozy tanpa mengganggu pemandangan saat makan.

Sunday, 24 November 2013

Birthday Steak presented by Holycow! Steakhouse

this picture taken from here

Have a happy older, Sy! ':)


Well frankly, semakin bertambah umur, alih-alih seneng ketemu dengan hari Ulang Tahun (lagi), yang lebih dominan muncul justru perasaan ngeri. Hehe.. kayaknya saya ga sendirian yang ngerasain perasaan begini.


Jadi, ketika tahun ini ulang tahun saya tepat di hari Minggu, saya seneng-seneng aja. Cenderung lega malah. Well, perasaan seneng saat ulang tahun juga tetep ada sih, dari doa-doa di setiap ucapan, kado-kado lucu dari teman-teman, dan.. dari promo gratisan di beberapa tempat makan bagi yang ulang tahun. Hhoho.. akhirnyaaa.. AKHIIIRNYAA tahun ini saya dapet kesempatan buat mencicipi promo gratisan ini! *segitunya ama gretongan*. Dari beberapa resto yang menawarkan promo ini, kahirnya saya putuskan untuk ke Holycow!


Tuesday, 19 November 2013

Win a Trip to Korea!




hi Korean lovers~

Again and again, Korean Tourism Organization gives us a chance to win a family trip to Korea for up to 4 family members. This trip worth up to $6.000 for 5 total winners. Just take this chance and don't forget to pray! ;)

Wish us luck~ 

Monday, 8 July 2013

Bamboo Dimsum: dimsum sepuasnya!


Beberapa minggu ini, salah satu outlet baru di Jalan Radio Dalam ini menarik perhatian saya. Semakin sering lewat, semakin saya pengen mampir. Yang buat saya tertarik adalah bagian All U Can Eat only IDR 48k nett! Muehehe. Well, di luar godaan itu, saya memang penyuka dimsum.

Akhirnya weekend ini mampirlah saya dan Lulu ke Bamboo Dimsum dengan persiapan yang tanpa persiapan. Maksudnya persiapannya adalah ga perlu ngapa-ngapain, mengosongkan isi perut. Yah, ga asik donk kalau ke tempat All U Can Eat, kitanya udah kenyang duluan. Ga maksimal gitu.. (baca: ga mau rugi :p).

Interior outlet Bamboo Dimsum di Radio Dalam ini di design modern minimalis dengan meja dan kursi kayu. Untuk mengakali tempatnya yang ga terlalu luas, sebagian dinding luar terbuat dari float glass dengan rangka hitam, begitupun sebagian interior dihiasi dengan kaca sehingga terkesan lebih luas. Karena kami datang saat siang hari, akhirnya kami memilih meja bagian dalam karena cenderung “aman” dari pantulan sinar matahari.